bagus

OM AWIGHENAM ASTU NAMO SHIDAM

OM ANO BADRAH KRATAWO YANTU WISWATAH

(SEMOGA PIKIRAN YANG BAIK DATANG DARI SEGALA ARAH)

OM SWASTYASTU

SELAMAT MALAM, SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

 

Yang Terhormat

Bpk. Ishak Mekki Wakil Gubernur Sumatera Selatan

Ketua PHDI Pusat yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Ketua bidang ekonomi,

Bupati / Wali Kota Se Kabupaten / Kota Sumsel atau yang mewakili,

Kapolda Sumsel atau yang mewakili,

Pangdam II Sriwijaya atau yang mewakili,

Para tokoh lintas Agama yang berkesempatan hadir,

Serta bapak, ibu Umat Sedharma yang berbahagia.

 

Dharma Santi sebagai rangkaian akhir Nyepi merupakan hal yang wajib dilaksanakan, baik di lingkungan keluarga, warga dekat maupun warga bangsa.

Dengan Dharma Santi kita dapat saling memaafkan jika ada kesalahan atau kekeliruan yang pernah terjadi setidak-tidaknya dalam jangka waktu satu tahun sebelumnya.

Hari Nyepi merupakan Hari Raya umat Hindu yang jatuh setiap satu tahun sekali, Hari Raya Nyepi menjadi momentum untuk introspeksi dan mawas diri melalui Catur Bratha penyepian, yakni amati geni (menahan amarah dan hawa nafsu), amati lelungan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak foya-foya), dan amati karya (tidak bekerja).

“Kami rasa tidak hanya umat Hindu tapi semua bisa menangkap esensi dari apa sesungguhnya filosofi dan makna Hari Nyepi itu sendiri. Jadi kita memang perlu momentum untuk introspeksi, mawas diri, merenungi hakikat sebagai manusia dan apa yang sudah kita lakukan sebagai manusia,”

Tema Nyepi tahun ini adalah Keberagaman Perekat Persatuan.Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia sebagai bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, ras, budaya, dan agama.Karena itu, hidup rukun damai dan penuh toleransi menjadi kunci hidup berbangsa dan bernegara.

Dalam ajaran Hindu kita mengenal adanya butir-butir kerukunan:

Tri Hita Karana, Tri Kaya Parisudha dan Tat Twam Asi.Dalam kaitannya dengan peningkatan srada dan bakti demi terwujudnya kerukunan hidup beragama perlu lebih dihayati dan makin diamalkan lagi butir-butir kerukunan yang ada pada setiap agama sesuai dengan caranya masing-masing demi menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semua jalinan persaudaraan akan memperkokoh persatuan dan kesatuan untuk kemajuan bangsa. Agama menduduki posisi penting dan strategis dalam kehidupan berbangsa,”

Bagi kita umat Hindu, dan bagi siapa saja yang menggunakan akal sehat dan hati nuraninya, sudah jelas, bila ingin masyarakat kita dalam NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA dibebaskan dari konflik, perang agama, SARA, bila kita ingin masa depan manusia diselamatkan, hidup berdampingan secara damai dalam sejahtera dan bahagia, filosofi Vasudhaiva Kutumbakam adalah jawabannya.

 

Vasudhaiva Kutumbakam , kita adalah bersaudara.

Bhinneka Tunggal Ika , berbeda-beda tetapi tetap satu.

Loka samasta sukhina bhavantu, semoga seluruh dunia bahagia.

Demikian yang dapat disampaikan, semoga ada manfaatnya.Mohon maaf atas kekuragannya. “Selamat Hari Raya Nyepi tahun Baru saka 1938, “Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa Asung kerta Wara nugraha kepada kita sekalian agar kita Santi, dapat meningkatkan bhakti sadana menuju Jagadhita yaitu dunia sejahtera.

Om Santih,Santih, Santih Om

Share.