Jelang Hari Suci Nyepi yang jatuh pada 9 Maret 2016, berbagai perisiapan terus dilakukan. Pagi hari kemarin (28/2), warga Hindu Palembang berkumpul untuk membersihkan lingkungan Pura Agung Sriwijaya. Menurut ketua kelompok sub banjar atau bahasa Bali lebih dikenal dengan kelian tampek seberang Ulu, I Ketut Mulyawan, gotong-royong dilakukan oleh seluruh tampek yang ada di Banjanr Palembang.

“Gotong-royong untuk bersih-bersih Pura dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi, yang dihadiri oleh seluruh tampek yang ada di Palembang”

Warga Hindu Palembang secara bergotong-royong memberishkan seluruh areal Pura Agusng Sriwijaya yang cukup luas dan bersuasana asri, dengan membawa serta keluarga.

Menjelang siang hari ibu-ibu WHDI sibuk mempersiapkan makan siang untuk seluruh warga Hindu yang hadir dengan berbagai menu nikmat sekaligus mengobati kerinduan akan kuliner Bali. Acara makan siang menjadi daya tarik tersendiri, dimana warga Hindu dapat menikmati masakan lezat secara lesehan sambil berbincang tanpa memandang status sosial.

“Inilah nikmatnya makan bersama di Pura, makanan yang sederhana terasa sangat lezat disini, sambil bersimakara dengan warga sekaligus mengusir kejenuhan selama sepekan disibukkan dengan aktivitas masing-masing”, tutur sorang warga yang tak segan menambah nasi.

Puas makan siang dan berbincang, tanpa dikomando masing-masing warga membentuk kelompok masing-masing, ada yang kebagian depan Pura untuk menyelesaikan ogoh-ogoh, ada yang mengambil peralatan tabuh untuk berlatih gamelan (alat musik tradisional), ada pula yang berlatih menari kecak.
Latikan Kecak
“Kita sedang persiapan pementasan ini, rencananya akan pentas dipelataran Benteng Kuto Besak. Jangan lupa nonton ya” cerita seorang mahasiswa yang sedang menyelesaikan agoh-ogoh warna hijau. (WDA)

Share.