BANYUWANGI, PHDISUMSEL.com ~ Sebanyak ratusan umat Hindu di Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar Upacara Entas-Entas atau Ngaben Jawa di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Kamis (4/8).
Upacara ngaben tersebut pertama kalinya dilakukan di Banyuwang dan tidak melakukan proses pembakaran jenazah.
Ritual di pemakaman umum Hindu ini dipimpin oleh tiga pandita Hindu Jawa, yaitu Romo Ageng Wijoyo Buntoro dari Sidoarjo, Romo Rsi Hasto Dharmo dari Sidoarjo, dan Romo Rsi Rahmadi Dharma Catur Telaba dari Batu, Malang.
“Upacara ini untuk ngentas atau mengangkat leluhur atau sawa. Total ada 214 jiwa dari 43 keluarga yang diangkat dan dipindah ke Candi Moksa Jati yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari pemakaman Hindu di sini,” kata Oentoeng Margiyanto, sesepuh umat Hindu, Kamis (4/8).
Prosesinya sederhana, bebantenan atau sesaji yang digunakan juga sederhana dan seluruhnya menggunakan budaya Jawa.
“Puncaknya adalah seluruh sawa atau leluhur yang disimbolkan dengan kendil diisi dengan bunga dan dibungkus kain putih. Setiap ahli waris membawa kendil masing-masing menuju candi dengan arak arakan dan diiringi dengan gamelan Bali,” pungkasnya.
Sumber : Suarasulbar.com
Share.