Provinsi Sindh menjadi yang pertama di Pakistan, yang sebagian besar penduduknya Muslim, yang memberikan warga Hindu hak untuk mencatatkan pernikahan secara resmi.

RUU diloloskan Senin 15 Februari oleh anggota DPR di Sindh, tempat tinggal sebagian besar warga Hindu Pakistan yang berjumlah tiga juta orang.

Para pegiat mengatakan tanpa hukum ini, maka wanita Hindu menjadi sasaran pemaksaan penggantian agama, penculikan, dan perkosaan, di samping kurangnya hak bagi para janda.

Badan legislatif nasional Pakistan juga sedang mempertimbangkan hukum yang sama dengan yang diterapkan di Provinsi Sindh.

Sementara kelompok agama minoritas lainnya di Pakistan, Kristen, diakui pernikahannya berdasarkan hukum sejak zaman penjajahan dulu.

Sampai sekarang warga Hindu tidak memiliki kerangka hukum untuk mendaftarkan pernikahan mereka.

Berdasarkan RUU itu, warga Hindu di atas umur 18 tahun di Sindh dapat mendaftarkan pernikahan.

Hukum ini juga dapat berlaku surut terhadap pasangan yang sudah menikah.

Meskipun demikian, produk hukum tersbeut juga berisi hal kontroversial yang memungkinkan pembatalan pernikahan jika salah satu pasangan berganti agama.

http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160216_dunia_pakistan_islam_hindu

Share.