Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memesan tiga patung ke I Ketut Moderen, pemahat Bali asal Desa Buruan, Gianyar. Ketiga patung yang diperkiarakan seharga miliaran rupiah tersebut adalah gugurnya Kumbakarna dalam epos Ramayana, perang Bharatayuda dan bebondresan.

“Tiga patung ini adalah pesanan khusus ibu Megawati. Saya sudah garap sejak tujuh bulan lalu, dan mudah-mudahan dalam tujuh bulan ini semua sudah selesai,” kata Moderen, Kamis (4/5).

Dalam wiracarita Ramayana, Arya Kumbakarna merupakan anak kedua Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi, putri Raja Alengka Prabu Sumali. Dia memiliki tiga saudara kandung bernama Rahwana, Dewi Sarpakenaka dan Arya Wibisana.

Informasi yang dihimpun, Kumbakarna seorang raksasa dengan wajah mengerikan namun bersifat kesatria. Dia digambarkan sebagai sosok yang bijak, selalu memberikan nasihat baik serta menyadarkan perbuatan salah sang kakak, Rahwana yang juga Raja Alengka.

Kumbakarna juga dilambangkan cinta dan pembela tanah air. Kecintaannya kepada Alengka mengalahkan siapapun. Dia membela Alengka untuk segala kaumnya, bukan hanya karena Rahwana.

Saat perang berkecamuk antara Rama dan sekutu melawan Rahwana demi merebut Sita, Kumbakarna yang berusaha menyadarkan sang kakak dan memintanya untuk mengembalikan istri Rama serta menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan kakaknya itu adalah salah.

Namun nasihat Kumbakarna tidak dihiraukan Rahwana. Dia malah dikirim ke medan pertempuran menghabisi pasukan Rama.

Dalam peperangan, Kumbakarna banyak membunuh pasukan wanara dan banyak melukai prajurit pilihan seperti Anggada, Sugriwa, Hanoman, Nila dan lain-lain.

Kumbakarna tewas di tangan Rama. Dengan panah saktinya, Rama memutuskan kedua tangan Kumbakarna. Namun dengan kakinya, Kumbakarna masih bisa menginjak-injak pasukan wanara.

Kemudian Rama memotong kedua kaki Kumbakarna dengan panahnya. Tanpa tangan dan kaki, Kumbakarna mengguling-gulingkan badan dan melindas pasukan wanara. Melihat keperkasaan Kumbakarna, Rama merasa terkesan dan kagum. Namun ia tidak ingin Kumbakarna tersiksa terlalu lama. Akhirnya Rama melepaskan panahnya yang terakhir. Panah tersebut memisahkan kepala Kumbakarna dari badannya dan membawanya terbang, lalu jatuh di pusat kota Alengka.

Moderen menuturkan, pengerjaan tiga patung pesanan Megawati sudah mencapai 60 persen. Dia dibantu 20 pematung.

“Beberapa proses pengerjaannya wajib saya tangani sendiri, mulai dari pembentukan hingga pemahatan wajah. Sedang pengukiran dan penghalusan, dibantu teman-teman,” tuturnya dengan suara terbata-bata.

Mengenai kekhususan patung ini, dia menyebutkan dari pemilihan material kayu. Yakni berbahan kayu kamboja lokal yang umurnya sudah ratusan tahun.

“Kualitas kayunya sangat bagus. Ini memang kayu pilihan Ibu Megawati. Mengenai tema patung, juga dari ibu Mega,” ungkapnya.

Soal harga, dia mengaku tidak dapat merincinya dan memang tidak menyebut angka. Hanya saja pembiayaan selama ini diberikan secara bertahap langsung oleh Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata.

“Khusus untuk patung ini, saya hanya meminta agar memenuhi kebutuhan hidup pematung yang terlibat. Namun kalau umumnya kepada pemahat lain ya, bisa mencapai Rp 2 miliar,” terangnya.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/mengenal-kumbakarna-patung-mahal-yang-dipesan-megawati.html

Share.