PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meminta umat beragama di Sumsel terus menjaga kerukunan yang selama ini sudah terjalin baik. Sebab, di Sumsel kerukunan antaretnis danantarumatberagamaadalah harga mati.

“Di Sumsel Alhamdulilah belum pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan umat beragama. Kerukunan umat bergama di Sumsel sudah menjadi harga mati. Untuk itulah kerusuhan harus dicegah sebelum terjadi. Karena kalau terjadi kerusuhan maka habislah semuanya,”ujar Alex saat Kegiatan Lokasabha VI Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumsel, di Hotel Daira, Palembang kemarin.

Alex menuturkan, setiap ajaran agama itu semuanya sama. Apalagi di dalam ajaran Islam mengajarkan kebaikan dan adanya kerukunan. “Banyak di antara kita yang takut akan masa depan. Oleh karena itu, kita sepakat masa depan itu bukan milik kita, masa depan itu adalah rahasia tuhan, siapa yang berbuat kebaikan maka akan menuai kebaikan. Jadi ber buat lah kebaikan selama hidup, dengan berbuat baik maka masa depan kita akan menjadi lebih baik juga,”kata Alex. Sementara itu, Ketua PHDI Sumsel Made Gede Armana mengatakan, Lokasabha atau musawarah daerah merupakan forum pengambilan keputusan terhitung lima tahun sekali.

Dalam kegiatan ini dilakukan pemilihan untuk masa jabatan lima tahun ke depan. “Kegiatan ini untuk membe ntuk kepengurusan pada lima tahun ke depan. Lokasabha ini dihadiri oleh utusan utusan kabupaten/kota dan organ hindu di sumsel.Acara ini penting karena berkoordinasi yang terkait dengan internal dan eksternal,”kata dia. Dia menambahkan, PHDI juga membina hubungan yang harmonis antar umat dan beragama. Serta untuk menciptakan hubungan yang kon dusif sehingga dapat mencip takan daerah yang semakin maju dan terbuka.

“Kami umat Hindu merasakan suasana yang kondusif di Sumsel. Jadi tepat sekali dengan tema pelaksanaan kegiatan ini,”katanya. Sementara Ketua Harian PHDI Mayor TNI (Purn) Sang Nyoman Suisme mengatakan, kegiatan ini adalah sebuah keharusan. Sebab jelas dia, lo ka – sabha adalah forum pengambilan keputusan dan juga memilih parisada untuk masa 5 tahun ke depan. “Diharapkan Lokasabha dapat meningkatkan eksistensi, kontribusi ditengah masyarkat dan juga menjaga kerusuhan dan kerukunan antarumat beragama,”tandasnya.

Sang Nyoman menambahkan, kualitas umat Hindu harus berada pada papan atas jangan berada di bawah. “Hendaknya meninggalkan kebiasaan seperti jegal dan saling sikut yang dapat merugikan umat hindu sendiri. Selain itu,kepengurusan 2010-2015 sudah dirasakan manfaatnya, “diharapakan kepada kepengurusan selanjut nya dapat lebih baik lagi,”pungkasnya.

http://www.koran-sindo.com/news.php?r=4&n=12&date=2016-01-10

Share.