[slideshow_deploy id=’988’]

gub4

PHDISUMSEL.OR.ID ,Palembang, Minggu 16 Oktober 2016, pukul 17:00 Wib Gubernur Bali Mangku Pastika beserta rombongan keluarga besar tiba di Pura Agung Sriwijaya Palembang disambut oleh Ketua PHDI Provinsi Sumatera Selatan dan umat Hindu Kota Palembang, adapun Kunjungan bliau ke Pura Agung Sriwijaya merupakan rangkaian dari perjalan Spiritual (Napak Tilas), sebelum berkunjung ke Palembang terlebih dahulu berkunjung ke Bengkulu, dan melewati Lubuk Linggau menempuh perjalanan darat dengan kereta api menuju Palembang dan tiba di Palembang pukul 5 pgi di Stasiun Kertapati. Selanjutnyà pada sore hari pukul 17.00 wib Pak Gubernur dan keluarga besar menuju Pura Agung Sriwijaya dan tiba di Pura Agung Sriwijaya pukul 17.10 wib. Sebelum memasuki Utama Mandala beliau menyapa Umat Hindu yg berada di Nista Mandala yg telah menanti kedatangan bliau dan rombongan disela-sela percakapan bliau melihat bangunan Rumah Pemangku yang sebelumnya ditempati oleh Alm. Mangku Guru Meneng yang tidak lain adalah ayah bliau   sendiri yang pada saat itu ditunjuk sebagai Pemangku pertama Pura Agung Sriwijaya Palembang. setelah memasuki Utama Mandala Bliau langsung duduk mengambil tempat sembahyang diurutan terdepan didampingi Istri dan dan keluarga besar serta di dampingi Ketua PHDI Prov Sumsel untuk segera melaksanakan persembahyangan. Persembahyangan dipimpin oleh Pinandita Ida Kade Damiana. Setelah selesai melaksanakan persembahyangan.

gub6

Ketua PHDI Provinsi I Gusti Bagus Surya Negara memberikan sambutan Slamat Datang di Pura Agung Sriwijaya kepada Gubernur Bali beserta keluarga besar  dan pada akhir sambutan Ketua PHDI  memohon kepada Bpk Gubernur Mangku Pastika untuk berkenan  memberikan petuah dan wejangan dalam menjalani hidup sebagai Umat Hindu, khususnya umat Hindu   yang berada di Palembang khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya. Dalam sambutannya bliau bercerita tentang awal mula ikut transmigrasi ke Bengkulu tahun 1963 dan akhirnya pindah ke Palembang dan menjelaskan tujuan perjalan bliau untuk menyadari kembali perjalan hidup, bahwa kehidupan ini harus dijalani dengan tulus ikhlas, beliau juga berpesan bawasannya membangun tempat ibadah dalah hal ini Pura secara fisik sangatlah mudah tetapi esensi yang sebenarnya adalah membangun Pura didalam dirinya masing-masing karena membangun fisik pura lebih mudah dari pada membangun Pura didalam dirinya masing-masing, bliau juga berpesan agar generasi muda Hindu yang berada diluar Bali haruslah dapat mempertahankan diri jangan sampai lepas dari ajaran Dharma PAID Bangkung bagi yang Pria dan Caplok Kaung bagi yang wanita tutup bliau.

Share.